Sejarah Desa

not image
Gambar: Sejarah Desa ( Patricia Juliani ) Sumber: https://duyan.lumbishulu.id/

Duyan adalah salah satu dari jenis tanaman buah-buahan yang pada waktu itu ditemui dan dicoba ternyata tidak mengandung racun dan dapat dikonsumsi  sehingga di tanam oleh nenek moyang. karena kebutuhan hidup bergantung pada tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan (bercocok tanam). Tanaman buah-buahan juga adalah salah satu symbol atau tanda yang dapat diartikan bahwa wilayah tersebut  telah dimiliki dan di duduki oleh masyarakat setempat.

              Oleh karena itu desa Duyan berasal dari nama buah yang sejenis dengan buah durian namun yang membedakannya dari buah durian adalah durian buahnya jika matang akan jatuh sedangkan buah duyan walaupun matang ia tetap pada pohonnya dan tidak akan jatuh.

              Istilah` dari buah inilah yang menjadi prinsip oleh masyarakat pada zaman sebelum memperoleh kemerdekaan. Karena pada waktu sebelum memperoleh kemerdekaan masing–masing Penduduk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan mempertarungkan nyawa dari tekanan luar yang ingin merampas hak-hak penduduk dari asal tinggalnya ( zaman Mengayau).

              Dan pada zaman Mengayau desa ini dipertahankan oleh beberapa nenek moyang yang turun temurun yakni :Yabin, Kausuh, SokongonYampayul, Yampaha, dan Kaundakan.

              Hingga pada masa frentasi penjajahan Belanda, beberapa masyarakat yang ikut serta membantu Tentara Negara Indonesia (TNI) Yakni : Berumba, Angau, dan Maruan, Yang diperanakkan oleh Yampaha bin Yampayul. Dalam keikutsertaan itu mereka ditugaskan sebagai pengantar makanan dan penunjuk arah jalan bagi Tentara payung yang terbawa angin.

              Namun walaupun dalam berbagai tekanan tersebut, entah itu tekanan ekonomi, ayau-mengayau, hingga zaman penjajahan Belanda yang dapat mengancam keselamatan penduduk, masyarakat di desa ini tetap bertahan dan tetap ada pada tanah ulayat yakni ulyat tanah desa Duyan yang telah dipimpin oleh 6 (enam) turunan kepemimpinan sebelum kemerdekaan dan hingga  pada masa setelah kemerdekaan desa ini dipimpin oleh Angau Bin Yampaha yang disebut sebagai kepala desa pertama Pada tahun 1961 – 1979, Kemudian selanjutnya dipimpin oleh Sapitar Bin Yangau Pada Tahun 1980 – 1989 sebagai kepala desa ke dua, setelah itu selanjutnya dipimpin oleh Saipul Bin Maruan Pada Tahun 1990 – 2009 sebagai kepala desa ke tiga, pada tahun 2010 – 2014 dipimpin oleh Abed Nego Bin Johan sebagai kepala desa ke empat, tahun 2015-2016 dipimpin oleh Johan, S.Pd Bin Yangau sebagai PJS desa dan sampai pada saat ini desa ini dipimpin oleh Jones Bin Malulur dalam Priode 2016 - 2021.

              Wilayah Desa Duyan ini adalah wilayah adat desa sebagai peninggalan dan warisan penduduk desa Duyan turun temurun, dan hingga sampai saat ini nama dari Desa Duyan adalah singkatan dari Daerah Unik Yang Adil dan Nyaman yang hingga saat ini dijadikan sebagai motto dari Desa Duyan.

Bagikan post ini: