Sejarah Desa
Duyan adalah salah satu dari jenis
tanaman buah-buahan yang pada waktu itu ditemui dan dicoba ternyata tidak mengandung
racun dan dapat dikonsumsi sehingga di
tanam oleh nenek moyang. karena kebutuhan hidup bergantung pada tumbuh-tumbuhan
dan buah-buahan (bercocok tanam). Tanaman
buah-buahan juga adalah salah satu symbol atau tanda yang dapat diartikan bahwa
wilayah tersebut telah dimiliki dan di
duduki oleh masyarakat setempat.
Oleh
karena itu desa Duyan berasal dari nama buah yang sejenis dengan buah durian
namun yang membedakannya dari buah durian adalah durian buahnya jika matang
akan jatuh sedangkan buah duyan walaupun matang ia tetap pada pohonnya dan
tidak akan jatuh.
Istilah`
dari buah inilah yang menjadi prinsip oleh masyarakat pada zaman sebelum
memperoleh kemerdekaan. Karena pada waktu sebelum memperoleh kemerdekaan masing–masing Penduduk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan mempertarungkan
nyawa dari tekanan luar yang ingin merampas hak-hak penduduk dari asal
tinggalnya ( zaman Mengayau).
Dan
pada zaman Mengayau desa ini dipertahankan oleh beberapa nenek moyang yang
turun temurun yakni :Yabin, Kausuh, Sokongon, Yampayul,
Yampaha, dan Kaundakan.
Hingga
pada masa frentasi penjajahan Belanda, beberapa masyarakat yang ikut serta
membantu Tentara Negara Indonesia (TNI) Yakni : Berumba, Angau, dan Maruan, Yang diperanakkan oleh Yampaha bin
Yampayul. Dalam keikutsertaan itu mereka ditugaskan sebagai pengantar makanan
dan penunjuk arah jalan bagi Tentara payung yang terbawa angin.
Namun
walaupun dalam berbagai tekanan tersebut, entah itu tekanan ekonomi,
ayau-mengayau, hingga zaman penjajahan Belanda yang dapat mengancam keselamatan
penduduk, masyarakat di desa ini tetap bertahan dan tetap ada pada tanah ulayat
yakni ulyat tanah desa Duyan yang telah dipimpin oleh 6 (enam) turunan
kepemimpinan sebelum kemerdekaan dan hingga
pada masa setelah kemerdekaan desa ini dipimpin oleh Angau Bin Yampaha yang
disebut sebagai kepala desa pertama Pada tahun 1961 – 1979, Kemudian
selanjutnya dipimpin oleh Sapitar
Bin Yangau Pada Tahun 1980 – 1989 sebagai kepala desa ke dua, setelah itu
selanjutnya dipimpin oleh Saipul Bin
Maruan Pada Tahun 1990 – 2009 sebagai kepala desa ke tiga, pada tahun 2010 –
2014 dipimpin oleh Abed Nego Bin
Johan sebagai kepala desa ke empat, tahun 2015-2016 dipimpin oleh Johan, S.Pd Bin Yangau sebagai PJS desa
dan sampai pada saat ini desa ini dipimpin oleh Jones Bin Malulur dalam Priode 2016 - 2021.
Wilayah
Desa Duyan ini adalah wilayah adat desa sebagai peninggalan dan warisan
penduduk desa Duyan turun temurun, dan hingga sampai saat ini nama dari Desa
Duyan adalah singkatan dari Daerah Unik Yang Adil dan Nyaman yang hingga saat ini dijadikan sebagai motto dari Desa Duyan.